News Update :

Cara Membuat dan Prosedur IMB

Kamis, 19 April 20120 komentar



Cara membuat dan prosedur IMB, bagi anda yang ingin membangun rumah anda pastilah dibutuhkan apa yang disebut IMB. IMB merupakan Ijin Membangun Bangunan, bagi warga yang ingin mendirikan bangunan harus mengurus perijinan dahulu.


IMB merupakan suatu ijin untuk memperbaiki, mendirikan, mengubah atau meronovasi bangunan anda. Jika anda memiliki IMB, banyak keuntungan yang anda peroleh mulai dari kepastian hukum terhadap bangunan anda, mempermudah dalam hal jual beli, dan juga sewa menyewa rumah anda.

Dan yang lebih penting lagi, IMB membantu menciptakan tata letak bangunan yang teratur, sehingga tata kota lebih teratur dan bermanfaat buat masyarakat.

Dan untuk mendapatkan IMB, yang pertama anda datang ke kantor Suku Dinas Pengawasan Pembangunan wilayah anda. Anda tidak perlu khawatir, karena saat ini kantor tersebut ada di setiap kantor kecamatan.

Untuk itu, anda harus menyiapkan berkas-berkas dan syarat terlebih dahulu untuk permohonan yang diajukan. Berkas-berkas ini disebut Permohonan Ijin Mendirikan Bangunan (PIMB), yang terdiri dari:

  • Formulir permohonan.
  • Surat bukti atas tanah.
  • Bukti hak atas tanah, dapat berupa:

1.      Sertifikat tanah.
2.  Surat girik, yang disertai keterangan dari kantor pelayanan pajak bumi dan bangunan di daerah anda.
3.  Kohir verponding Indonesia, yang disertai keterangan riwayat tanah dari Kanwil Badan Pertanahan Nasional (BPN).
4.   Surat keputusan pemberian hak penggunaan atas tanah oleh pejabat yang berwenang dari instansi pemerintah yang menguasai tanah tersebut.
5.     Kemudian, Surat kavling dari pemerintah daerah dalam hal ini Kantor Walikota atau Instansi lain yang ditunjuk oleh Gubernur.
6.     Fatwa tanah atau rekomendasi dari kanwil BPN atau kantor pertanahan setempat di luar girik dan verponding Indonesia.
7.      Surat pernyataan dari Kantor Walikota untuk penampungan sementara.
8.  Surat persetujuan atau penunjukan Gubernur Kepala Daerah untuk bangunan bersifat   sementara, bangunan di atas prasarana, bangunan di atas air atau juga bangunan khusus.
9.      Rekomendasi dari kantor pertanahan dengan peta bukti pembebasan tanah.
10.  Dan, surat pernyataan dari Insatasi pemerintah atau pemimpin proyek atau tim pembebas tanah khusus untuk bangunan pemerintah.

Dan, kemudian setelah lengkap berkas tersebut diteliti petugas Suku Dinas Pengawasan Bangunan Kota. Dalam proses penelitian tersebut, petugas berwenang mengadakan pemeriksaan ke lokasi bangunan. Setelah berkas selesai diproses, pemohon dipanggil melalui surat pemberitahuan. Dan IMB akan diserahkan, setelah pemohon menyerahkan bukti setor atau tanda bukti pelunasan pembayaran. Untuk jangka waktu proses pengurusan IMB sekitar 25 hari.

Sekian, semoga bermanfaat dan baca juga tips bangun rumah sebelumnya yaitu mengurangi resiko keretakan dinding. Terima kasih dan salam interiorarsitek.

0 komentar:

Poskan Komentar

Silahkan berkomentar yang baik, Asal jangan Spam

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 
© Copyright 2010-2011 interiorarsitek All Rights Reserved | Privacy Policy | Terms and Conditions
Template Design by Herdiansyah Hamzah | and Powered by Blogger.com.